Hari ini ke 4 di kepulauan anambas merupakan hari terakhir
kami bisa menikmati keindahan di kepulauan anambas karena besoknya kami akan
meninggalkan anambas dan kembali ke kota masing-masing. Cukup puas rasanya bisa
mengelilingi kepulauan anambas dengan berbagai keindahan dan keramahannya. Saya
mulai terbangun dari tidur sekitar jam 6 pagi, meskipun sehari sebelumnya saya
tidur cukup malam karena lama mengobrol dengan penduduk desa tapi saya tetap
bangun pagi. Memang kalau yang namanya travelling saya tidak pernah bisa bangun
kesiangan, beda rasanya kalau lagi di kosan yang biasanya bangun hampir jam 12
siang.
Seperti biasa aktivitas di mulai dengan menggosok gigi dan
mengeksekusi panggilan ghaib dari perut. Ga mungkin kan eksekusi dilaksanakan
di pulau temawan, pulau temawan memang ga sebesar ppulau penjalin karena itu
menurut prediksi saya akan sulit mencari spot yang tepat untuk melaksanakan
hajat panggilan ghaib di sana. Selesai buang hajat sayapun langsung sarapan
sambil menunggu beebrapa peserta #anambastrip yang menumpang mandi di rumah
penduduk kembali ke kapal.
Sekitar jam 9 akhirnya kami berangkat menuju pulau temawan.
Tidak terlalu jauh jaraknya ke pulau tersebut, tidak sampai satu jam kamipun
tiba di pulau temawan. Setelah kapal selesai melemparkan jangkar sayapun langsung
melompat ke air. Meskipun matahari cukup terik tapi ternyata air di perairan
pulau temawan ini sangat dingin sekali, niat untuk snorkeling pun saya
hilangkan. Bersama peserta #anambastrip lainnya kami langsung berenang menuju
pulau temawan.
Tiba tiba ada bapak bapak dengan menggunakan speed boat
kecil mendatangi kapal kami, ternyata bapak bapak tersebut menawarkan lempuk
durian. Lempuk durian ini merupakan makanan sejenis dodol terbuat dari durian
dan biasanya di bungkus oleh kertas. Tapi sayang tidak ada satupun peserta
#anambastrip yang tertarik membelinya, harusnya si bapak membawa sedikit lempuk
durian untuk di cicipi sehingga peserta tertarik untuk membelinya.
Kembali di ke cerita mengenai pulau temawan, di sini saya
mulai mengelilingi pulau, meskipun terdapat beberapa sampah tapi ternyata pulau
ini cukup indah dan memiliki keunikan tersendiri di setiap sudut pulaunya. Di bagian belakang pulau daratannya berupa
batuan berwarna hitam dengan pemandangan warna laut dan ada sebuah pulau juga
di depannya. Warna air laut yang berubah dari warna biru muda menjadi biru
gelap membentang di depan bagaikan membentuk sebuah garis yang memisahkan dua
buah lautan
bebatuan di pulau temawan besar
Pantai di Pulau Temawan
Di sudut lainnya terdapat batuan tajam besar dan membentuk
sebuah tebing yang mengingatkan saya dengan pemandangan di pulau menjangan. Sayang
sekali kamera yang saya bawa berembun sehingga tidak bisa mengambil foto di
lokasi tersebut. Yang pasti pulau temawan merupakan salah satu pulau yang wajib
anda kunjungi saat ke anambas. Puas berkeliling sayapun memutuskan kembali ke
depan pulau, disini saya tiduran diatas pasir sambil berteduh di bawah pohon. Di
pulau ini pasirnya cukup unik berwarna putih agak kekuningan dan anginnya cukup
tenang cocok buat yang ingin bersantai dan berjemur.
Tepat jam 12 siang kamipun kembali ke kapal dan langsung
menuju anambas resort. Jaraknya ridak terlalu jauh dengan pulau temawan, karena
pulau temawan merupakan pulau indah yang posisinya paling dekat dengan ibukota
anambas yaitu kota tarempa. Di anambas resort kami melihat lihat penginapan
tersebut siapa tau next trip bisa menginap di sini, penginapannya cukup nyaman
dan berada tepat di pinggir pantai. Pemandangan cukup bagus dan banyak kapal
kapal kecil yang berlayar di depan penginapan ini. Disini juga ada kolam yang
didalamnya terdapat ikan napoleon yang langka dan berukuran besar.sekitar 15
menit perjalanan di lanjutn\kan kembali menuju kota Tarempa, kota tempat kami
menginap di hari terakhir
Vihara Gunung Dewa
Sampai di Tarempa kami langsung menuju penginapan. Saya lupa
dengan nama penginapan tempat kami menginap, tapi penginapan nya cukup nyaman
dan merupakan penginapan dengan posisi berada di atas bukit dan posisinya
paling tinggi sehingga dari sini kita bisa melihat pemandangan seluruh kota tarempa. Di sebelah penginapan kami
terdapat sebuah vihara gunung dewa,bangunan berwarna merah cerah dan kuning ini
berada pada sebuah tebing bebatuan.bangunan besar ini cukup terlihat jelas dari
kejauhan. Selesai mandi sayapun
melanjutkan tidur karena rencananya malam hari kami akan berkeliling kota
Tarempa untuk berwisata kuliner dan menikmati keindahan kota Tarempa.
Pemandangan kota Tarempa dari penginapan
Malam hari kami mengelilingi kota tarempa, jalan di sini
tidak lebar mungkin hanya untuk motor dan tidak ada mobil, uniknya jalan di
sini sering melewati celah diantara batuan batuan raksasa. Bangunan pun banyak
yang berdiri diatas batu-batu raksasa berwarna hitam yang menjadi keunikan
tersendiri di kota ini. Kota yang sebagian besar penduduknya tinggal di tepi
pantai ini cukup tenang, tidak ada kemacetan yang biasa saya jumpai di Jakarta ataupun
bandung. Di sini kami bersantai di salah satu restoran di atas jembatan panjang
di kota tarempa
Keunikan kota Tarempa, Banyak rumah dibangun di atas batu
Di sini kami menikmati hari terakhir di anambas sambil
mengobrol dengan beberapa orang dari bagian promosi dinas pariwisata kabupaten
anambas. Cukup banyak kami mengobrol dan bertukar fikiran mengenai pengembangan
pariwisata di kabupaten anambas, termasuk mengenai pengelolaan pulau bawah dan
disini saya menyampaikan harapan saya, walaupun nantinya di bangun resort di
pulau bawah saya berharap orang orang yang ingin menikmati keindahan nya masih
bisa bebas untuk masuk ke pulau bawah tanpa adanya larangan seperti beberapa
pulau yang ada di Indonesia. Harapan saya agar orang Indonesia bisa menikmati
keindahan negerinya sendiri
Malam yang cukup panjang dan banyak kenangan indah selama
perjalanan di anambas. Bertemu teman teman trip yang super seru, melihat
pemandangan indah di pulau pulau yang di lewati, keindahan bawah laut yang luar
biasa, masyarakat yang sangat ramah dan terbuka, semuanya benar benar membuat
saya tidak akan melupakan pengalaman yang saya dapatkan di sini.
